Akhirnya aku bulatkan tekad untuk berkunjung ke panti asuhan deket rumah di Kreo. Setelah sekian lama selalu antara mampir atau ngga, sore tadi aku niatkan mampir. Suami aku ajak. Dan alhamdulillah dia mengiyakan. Sesampainya di depan pagar, aku turun dari motor dan menanyakan salah seorang anak dimana aku bisa ketemu dengan ibu pengurus. Niatku mengajak suami untuk bersama2 menemui ibu pengurus ngga berjalan mulus. Akhirnya aku sendiri yg menemui beliau. Aku lupa menanyakan nama beliau. Aku dipersilakan duduk di ruangan tamu untuk menandatangani buku tamu dan berbincang2. Saat itu anak2 sedang bermain2 dengan mahasiswa2 yg entah dari universitas mana. Mereka terlihat ceria. Dan ada satu dua yg masih balita. Aku pun mengutarakan maksud kedatanganku untuk berbagi sedikit rejeki yg mudah2an bs bermanfaat bagi mereka. Si ibu itu masih muda. Sepertinya mudaan dia daripada aku. Kalopun lbh tua, ga jauh kayaknya. Anyway, dari cerita si ibu, anak2 di situ sudah ada yg kuliah. Dan yg paling kecil 10 bln. Saat ini ada 65 anak. Cowok dan cewek. Bisa dibayangkan betapa besar biaya untuk mengurus anak2 itu. Dan tempat itu kecil. Setelah aku rasa cukup ngobrol2nya, aku pun pamit. Dan tak lupa meminta doa. Si ibu mendoakan agar kami diberikan kesehatan dan rejeki yg berlipat ganda. Aku aminka doa beliau. Dan aku jg bilang mudah2an Allah pun memberi kesempatan aku mendidik anak2 ku sendiri. Si ibu agak terlihat terkejut. Beliau bilang "oh!" Aku hanya tersenyum. Dan beliau pun cepat2 bilang ya amin, saya doakan. Aku aminkan lagi. Dan lalu akupun pulang. Suami hanya melihat anak2 itu. Sepulang dari panti asuhan itu membuatku berpikir bagaimana mereka bisa mengurus anak2 sebanyak itu yg tentunya membutuhkan biaya yg sangat besar. Sementara rejeki yg aku bagi dg mereka sangat2 tidak seberapa. Mudah2an ini sebagai awal. Dan akan ada kunjungan2 berikutnya untuk berbagi rejeki lagi. Amin.
No comments:
Post a Comment